Dear sahabat Lusana Craft..
Pertemuan saya dengan rajutan lagi terjadi setelah saya mengalami keguguran di tahun 2012, saat usia kandungan saya 20 minggu.
ceritanya ada di sini
Jadi karena saya merasa sangat kehilangan, selama tiga bulan saya mencoba melarikan diri dengan membaca novel yang tebal-tebal, saya berusaha memenuhi pikiran saya dengan kehidupan orang lain melalui cerita-cerita di novel-novel tersebut. Lumayan sich.. pikiran saya jadi teralihkan biarpun rasa sakit di hati tetap belum berkurang ya.
Disela-sela membaca saya sempat melihat seorang teman memposting foto sepatu bayi rajutan di facebook, ya ampuuunn lucu banget, saya pun bertanya-tanya bagaimana cara membuat sepatu rajutan seperti itu? teman saya pun meminjami saya buku, hakpen dan benang, lengkap deh pokoknya. Saya mulai mempelajari simbol-simbol crochet di buku tersebut, saya baru paham kalau ternyata dalam crochet ada banyak banget simbol-simbol. Kalau kita sudah menguasai simbol-simbol tersebut kita bisa membaca pattern (diagram berbentuk grafik) dan membuat rajutan sesuai pattern tersebut. Saya juga paham, kalau rajutan yang sering saya buat dulu itu ternyata dalam bahasa inggris disebut "crochet" atau dalam bahasa indonesia itu disebut "merenda".
Ini hasil saya belajar merajut dari buku ya.. Jangan bertanya pasangannya ya, karena saya hanya bikin satu aja.. hahaha..
Kemudian pas 100 hari setelah saya kehilangan Mutiara, saya bisa bikin ini..
Kemudian saya merajut macem-macem, bando, bros, kantong hp dan mulai menjual hasil rajutan saya.. :-D
So, for me, doing crochet are medicine for my soul.. ^_^
Begitu cerita saya kali ini..
Bagaimana dengan sahabat Lusana Craft..? punya cerita kapan pertama kalinya tertarik belajar merajut, mainan flanel atau craft lainnya? share dong di comment.. ^_^
Pertemuan saya dengan rajutan lagi terjadi setelah saya mengalami keguguran di tahun 2012, saat usia kandungan saya 20 minggu.
ceritanya ada di sini
Jadi karena saya merasa sangat kehilangan, selama tiga bulan saya mencoba melarikan diri dengan membaca novel yang tebal-tebal, saya berusaha memenuhi pikiran saya dengan kehidupan orang lain melalui cerita-cerita di novel-novel tersebut. Lumayan sich.. pikiran saya jadi teralihkan biarpun rasa sakit di hati tetap belum berkurang ya.
Disela-sela membaca saya sempat melihat seorang teman memposting foto sepatu bayi rajutan di facebook, ya ampuuunn lucu banget, saya pun bertanya-tanya bagaimana cara membuat sepatu rajutan seperti itu? teman saya pun meminjami saya buku, hakpen dan benang, lengkap deh pokoknya. Saya mulai mempelajari simbol-simbol crochet di buku tersebut, saya baru paham kalau ternyata dalam crochet ada banyak banget simbol-simbol. Kalau kita sudah menguasai simbol-simbol tersebut kita bisa membaca pattern (diagram berbentuk grafik) dan membuat rajutan sesuai pattern tersebut. Saya juga paham, kalau rajutan yang sering saya buat dulu itu ternyata dalam bahasa inggris disebut "crochet" atau dalam bahasa indonesia itu disebut "merenda".
Ini hasil saya belajar merajut dari buku ya.. Jangan bertanya pasangannya ya, karena saya hanya bikin satu aja.. hahaha..
Kemudian pas 100 hari setelah saya kehilangan Mutiara, saya bisa bikin ini..
Kemudian saya merajut macem-macem, bando, bros, kantong hp dan mulai menjual hasil rajutan saya.. :-D
So, for me, doing crochet are medicine for my soul.. ^_^
Begitu cerita saya kali ini..
Bagaimana dengan sahabat Lusana Craft..? punya cerita kapan pertama kalinya tertarik belajar merajut, mainan flanel atau craft lainnya? share dong di comment.. ^_^



